Seperti dalam sebuah lagu yang
lyriknya “Cinta itu kaya marmut lucu warna merah jambu yang berlari disebuah
roda, seolah berjalan jauh tapi tak kemana-mana tak tau kapan berhenti..ku
jatuh cinta~”. Seperti dalam lyrik tersebut, kita bisa merasakan indahnya itu
Cinta, tidak kenal waktu dan tempat untuk bisa tiba-tiba kita rasakan kepada
siapa kita jatuh tanpa diduga. Nah sebelum membahas Cinta terlebih dahulu, Apa
sih Itu Cinta? Definisi dari cinta itu sendiri memang sulit untuk diartikan.
Cinta itu terlalu profane,abstrak,surealis untuk didefinisikan. Cinta adalah
perasaan ingin membagi dan memberi tanpa mengharapkan kompensasi dalam bentuk
apapun. Setiap manusia pasti memiliki Cinta, Karena Allah dalam menciptakan
manusia, dunia dan seisinya disertai Cinta dan melalui Cinta. Tak akan ada
akhir dari Cinta, ia akan terus berkembang. Cinta itu sendiri merupakan anugerah
terindah yang Allah kasih kepada kita. Cinta bisa saja jadi teman atau musuh
bagi kita. Cinta bisa memberikan kebahagiaan atau penderitaan. Tergantung
bagaimana kita menghadapi kasus Cinta itu sendiri.
Katanya Jatuh Cinta itu
sakit, bagaimana nih menghadapi rasa ini? Jika jatuh cinta itu sendiri menyakitkan,
maka bangunlah Cinta. Cinta karena Allah akan memberikan kebahagiaan sedangkan
Cinta karena Nafsu memberikan penderitaan. Contohnya dizaman sekarang banyak
sekali yang berpacaran dan lebih mengikuti hawa nafsunya sehingga hal-hal yang
tidak diinginkanpun terjadi, hal tersebut menjadi penderitaan. Mengapa? Karena
disamping ia sudah berzina dan mendapatkan dosa yang besar, ia pun membuat
keluarga menanggung malu dan membuat orang tua
kecewa karena tidak ada orang tua
yang tidak mengharapkan anaknya soleh/solehah dan menjadi seseorang yang
sukses. Maka dari itu, jika kita merasakan Cinta sebelum waktunya, bersabarlah.
Sampai akhirnya kau menemukan seseorang yang kau idamkan selama ini dengan cara
terus meminta kepada Allah dan berdoa, amalkan saja bacalah surat Ar-Rahman
selesai sholat Maghrib setiap hari dan Sholat Tahajud, mintalah! InsyaAllah
segalanya dipermudahkan. Untuk mengatasi bingung harus bagaimana nih saya
menyukai seseorang dan ingin serius dengannya, apakah benar ia jodohku? Maka
balik lagi urusan itu kepada Allah, Sholat istikharahlah untuk mendapatkan
petunjuknya, namun biasanya shalat istikharah tidak hanya sekali untuk bisa
dapat langsung jawabannya, harus rutin sampai benar-benar mendapatkan petunjuk
dariNya, dan lebih afdolnya lagi diiringi dengan berpuasa. There’s not
impossible in the world.
Disamping kita harus berdoa, tapi harus ada usahanya
juga. Dalam artian tidak berlebihan dan masih dalam syariat islam. Contohnya
jika kita sudah siap untuk menikah, usahanya boleh saja untuk stalking dimedia
sosial ataupun dari kerabat dekatnya untuk mencari tahu tentang dirinya
bagaimana. Ketika hati sudah memantapkan diri untuk benar-benar serius, maka
khitbahlah ia,datang kerumahnya dan ta’aruf untuk menikahinya. Jangan takut
untuk menikah. Jangan takut untuk ditolak. Karena pada dasarnya menikah itu
adalah niatkan semata-mata untuk sebagai bentuk ibadah kepada Allah dan urusan
rezeki sudah diatur oleh Allah, InsyaAllah setelah menikah rezeki akan semakin
banyak dan segalanya dipermudahkan. Dan untuk soal urusan takut ditolak, tak
perlu khawatir, jika ditolak agar tak terlalu sedih caranya kita ikhlaskan saja
melapangkan dada kita dan jangan memaksakan juga. Yakin bahwa Allah akan
menggantikannya dengan yang jauh lebih dan lebih baik dari ia. Mengapa belum
tak kunjung datang? sabarlah, mungkin jodohmu indent dan tetap berkhusnudzon
kepada Allah. Ia terangat sangat Istimewa, hingga butuh beberapa waktu, kau pun
selama belum menemukan jodohmu teruslah perbaiki dirilah terlebih dahulu. Jika
ingin mendapatkan istri yang solehah memiliki akhlak yang baik maka kaupun
harus soleh dan berakhlak mulia. Sehingga Allah akan mempertemukan diwaktu yang
tepat dan dalam benar keadaan siap. Jika jodoh Allah akan menggerakkan hati
keduanya, bukan hanya satu.
Terkadang memang ketika cinta datang
sebelum waktunya memang membuat sebagian orang menderita, disamping itu membuat
dilema, harus bagaimana? Semuanya dibalikkan lagi kepada Allah Sang
Membolak-balikkan hati manusia, percaya saja dan serahkan semuanya kepadaNya.
Jodoh itu adalah cerminan dari diri kita sendiri dan tak perlu khawatir.
Tahukan kamu? dalam surat Al Baqarah : 216 “Kutiba
‘alaikumul-qitaalu wa huwa kur-hul lakum, wa ‘asaaa an takrohuu syai’aw wa huwa
khoirul lakum, wa ‘asaaa an tuhibbuu syai’aw wa huwa syarrul lakum, wallohu
ya’lamu wa antum laa ta’lamuun” yang artinya “Diwajibkan atas kamu
berperang, padahal ia tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak
menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai
sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui.” kita lebih baik berperang dan menahan hawa nafsu itu sendiri.
Perang yang besar adalah perang memerangi hawa nafsu. Mungkin saat berperang
kita merasakan tidak nyaman ataupun gelisah, caranya kita harus benar-benar
sabar menunggu sampai waktunya tiba menuju yang halal. Sabar itu pada akhirnya
akan berbuah manis.
Boleh saja kita menyukai seseorang, dengan sewajarnya saja
dan tidak terlalu berharap lebih. Janganlah berharap kepada manusia secara
berlebihan, ketika Allah cemburu, Allah akan timpakan perihnya sebuah
pengharapan selainNya dan membuat kita menjadi kecewa dan bahkan sangat sakit. Cukup curhat saja
kepada Allah, jika rasa itu ada. Curahkanlah semua kepada Allah apa yang kau
rasakan dan harus memiliki keyakinan bahwa Allah akan menolong hambanya yang
lagi bertaqwa dan bersabar. Jangan takut tidak akan kedapetan jodoh, lebih baik
sendiri dalam ketaatan terlebih dahulu dan sibuk belajar menata masa depan,
karena sabar dulu kan lebih baik. Agar pasangannya nanti adalah yang masa
depannya tertata juga. Lebih baik jadi perempuan/laki-laki susah didapat, tapi
beruntung jika dimiliki. Sebenarnya Cinta datang ketika sudah menikah, itu Cinta
yang datangnya dari Allah. Namun ketika Cinta datang sebelum keabsahan terjadi,
itu Cinta yang datangnya bukan dari Allah. Cintailah seseorang itu karena
Allah. Cinta karena Iman akan kalah dengan cinta karena nyaman. Cinta karena
Allah, Pasangan yang saling berjuang menuju JannahNya dan membentuk suatu
keluarga yang harmonis, penuh kahangatan, sakinah mawadah warahmah dan memiliki
anak-anak yang soleh/solehah. Untuk seperti itu maka teruslah perbaiki diri menjadi
jauh lebih baik karena untuk memiliki anak-anak yang hebat (soleh/solehah)
harus diawali dengan orangtua yang hebat juga untuk mendidik dan
membesarkannya.
Bagi yang masih dalam sekolah ketika sudah memiliki rasa kepada lawan jenis itu adalah hal yang wajar
saja, namun jangan sampai untuk memuaskan hasrat itu menjadi sebuah hubungan
yang tidak halal (pacaran) dan akhirnya akan berbuat zina. Lebih baik tetaplah
jaga hati dan diri imanmu, dan cukuplah ia sebagai temanmu yang biasa seperti
yang lainnya. Allah Maha Mengetahui, dan Allah tidak akan meridhoi hubungan
yang tidak halal, Apa sih manfaatnya dari Pacaran? hanya untuk meluapkan hawa nafsu dan hasratnya
saja yang ia rasa, lalu kebanyakan setelah itu pergi alias putus, atau ada saja
masalah lain yang membuat sakit, karena apa? Karena Allah tidak ridha dan Allah
sayang kepada hambanya agar tidak terlarut dalam dosa yang besar dan agar
berhenti dari cinta yang salah. Tipsnya agar perasaan tidak terlalu dalam,
InsyaAllah membantu :
1. Sibukkan dengan kegiatan hal-hal yang
positif, entah itu mengerjakan tugas dari kampus/sekolahan dan menghabiskan
waktu dengan hobby,organisasi,kumpul bareng teman-teman dan sahabat yang
soleh/solehah dll.
2. Mendekatkan diri dan berserah kepada
Allah dan percaya Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk
hamba-hambaNya
3. Kurangi harapan kepada manusia, jika tak
ingin sakit dan kecewa. Jangan mengejar cinta manusia atau hatinya, karena
sejatinya pemilik hati adalah Allah.
4. Jangan Baper. Baperlah ketika ia
melamarmu untuk menikahimu, bukan rayuan gombal ataupun mengatakan i love you
mengajak pacaran.
Sadar tidak? untuk menjadi pribadi yang lebih
baik dan untuk hijrah biasanya belajar dari pengalaman-pengalaman dulu yang salah dan penuh dengan lika-liku. Setiap orang berhak untuk berubah untuk menjadi
pribadi yang jauh lebih baik lagi. Tetap semangat! Tetap Istiqomah!
Disini saya akan memberikan kata-kata :
“Aku yang mengagumimu
dalam diam. Utuh tak tersentuh. Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga
bermekaran. Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga
yang sedang bermekaran itu.
Karena aku mengagumimu maka izinkan aku tak mengusik
khusyunya ibadahmu. Izinkan aku tak mengusik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku
tak bertegur sapa denganmu. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku.
Cukuplah bagiku tersenyum lezat melihatmu bahagia. Cukuplah
bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku. Aku yang tersentuh akhlak
muliamu, aku yang terkagum lekat dalam sikapmu,
mencintaimu dalam
diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu. Lebih mulia bagi perasaanku dan
perasaanmu. Lebih menjaga kehormatanmu. Lebih menjaga kemuliaanmu. Maka izinkan
aku, hai engkau yang begitu mulia, izinkan aku mencintaimu dalam keikhlasan
karena aku tak pernah tau apakah engkau yang tercatat dalam lauful mahfudz
untukku?
Karena aku tak pernah tau adakah balasan darimu untukku.
Biarlah kuasa Allah yang menggerakkan hatimu untukku. Bukan karena mencintaimu
dalam diam aku akan menderita Bukan karena mengagumimu dalam diam aku akan
merana. Namun, ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan
denganmu. Maka itu lah penderitaan yang sesungguhnya.
Aku yang mencintaimu dari kejauhan. Walaupun sungguh aku
merasa sangat dekat denganmu. Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. Biarlah
aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita. Namun jika memang
engkau bukan tercatat untukku. Jika engkau hanya hiasan duniaku yang sementara,
sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu. Allah akan
menghilangkan perasaanku untukmu. Dia akan memberikan rasa yang lebih indah
pada orang yang lebih tepat.
Begitulah kuasaNya. Begitulah Dzat yang membolak-balikkan
hati hambaNya. “Ketika aku tak lagi terkagum denganmu, maka pahamilah jejakku.
Karena mungkin, aku pernah menulis tentangmu dan menyapa namamu dalam tiap
untaian doa.”
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
“Barangkali...
Banyak doa yang diaminkan atas namamu. Dan doa itu sedang
Allah seleksi. Yang akhirnya hanya tersisa satu orang dengan doanya yang
terbaik. Kemudian Allah berikan untukku.”
Komentar
Posting Komentar