Langsung ke konten utama

True Love


     Seperti dalam sebuah lagu yang lyriknya “Cinta itu kaya marmut lucu warna merah jambu yang berlari disebuah roda, seolah berjalan jauh tapi tak kemana-mana tak tau kapan berhenti..ku jatuh cinta~”. Seperti dalam lyrik tersebut, kita bisa merasakan indahnya itu Cinta, tidak kenal waktu dan tempat untuk bisa tiba-tiba kita rasakan kepada siapa kita jatuh tanpa diduga. Nah sebelum membahas Cinta terlebih dahulu, Apa sih Itu Cinta? Definisi dari cinta itu sendiri memang sulit untuk diartikan. Cinta itu terlalu profane,abstrak,surealis untuk didefinisikan. Cinta adalah perasaan ingin membagi dan memberi tanpa mengharapkan kompensasi dalam bentuk apapun. Setiap manusia pasti memiliki Cinta, Karena Allah dalam menciptakan manusia, dunia dan seisinya disertai Cinta dan melalui Cinta. Tak akan ada akhir dari Cinta, ia akan terus berkembang. Cinta itu sendiri merupakan anugerah terindah yang Allah kasih kepada kita. Cinta bisa saja jadi teman atau musuh bagi kita. Cinta bisa memberikan kebahagiaan atau penderitaan. Tergantung bagaimana kita menghadapi kasus Cinta itu sendiri. 
     Katanya Jatuh Cinta itu sakit, bagaimana nih menghadapi rasa ini? Jika jatuh cinta itu sendiri menyakitkan, maka bangunlah Cinta. Cinta karena Allah akan memberikan kebahagiaan sedangkan Cinta karena Nafsu memberikan penderitaan. Contohnya dizaman sekarang banyak sekali yang berpacaran dan lebih mengikuti hawa nafsunya sehingga hal-hal yang tidak diinginkanpun terjadi, hal tersebut menjadi penderitaan. Mengapa? Karena disamping ia sudah berzina dan mendapatkan dosa yang besar, ia pun membuat keluarga menanggung malu dan membuat orang tua  kecewa  karena tidak ada orang tua yang tidak mengharapkan anaknya soleh/solehah dan menjadi seseorang yang sukses. Maka dari itu, jika kita merasakan Cinta sebelum waktunya, bersabarlah. Sampai akhirnya kau menemukan seseorang yang kau idamkan selama ini dengan cara terus meminta kepada Allah dan berdoa, amalkan saja bacalah surat Ar-Rahman selesai sholat Maghrib setiap hari dan Sholat Tahajud, mintalah! InsyaAllah segalanya dipermudahkan. Untuk mengatasi bingung harus bagaimana nih saya menyukai seseorang dan ingin serius dengannya, apakah benar ia jodohku? Maka balik lagi urusan itu kepada Allah, Sholat istikharahlah untuk mendapatkan petunjuknya, namun biasanya shalat istikharah tidak hanya sekali untuk bisa dapat langsung jawabannya, harus rutin sampai benar-benar mendapatkan petunjuk dariNya, dan lebih afdolnya lagi diiringi dengan berpuasa. There’s not impossible in the world. 
    Disamping kita harus berdoa, tapi harus ada usahanya juga. Dalam artian tidak berlebihan dan masih dalam syariat islam. Contohnya jika kita sudah siap untuk menikah, usahanya boleh saja untuk stalking dimedia sosial ataupun dari kerabat dekatnya untuk mencari tahu tentang dirinya bagaimana. Ketika hati sudah memantapkan diri untuk benar-benar serius, maka khitbahlah ia,datang kerumahnya dan ta’aruf untuk menikahinya. Jangan takut untuk menikah. Jangan takut untuk ditolak. Karena pada dasarnya menikah itu adalah niatkan semata-mata untuk sebagai bentuk ibadah kepada Allah dan urusan rezeki sudah diatur oleh Allah, InsyaAllah setelah menikah rezeki akan semakin banyak dan segalanya dipermudahkan. Dan untuk soal urusan takut ditolak, tak perlu khawatir, jika ditolak agar tak terlalu sedih caranya kita ikhlaskan saja melapangkan dada kita dan jangan memaksakan juga. Yakin bahwa Allah akan menggantikannya dengan yang jauh lebih dan lebih baik dari ia. Mengapa belum tak kunjung datang? sabarlah, mungkin jodohmu indent dan tetap berkhusnudzon kepada Allah. Ia terangat sangat Istimewa, hingga butuh beberapa waktu, kau pun selama belum menemukan jodohmu teruslah perbaiki dirilah terlebih dahulu. Jika ingin mendapatkan istri yang solehah memiliki akhlak yang baik maka kaupun harus soleh dan berakhlak mulia. Sehingga Allah akan mempertemukan diwaktu yang tepat dan dalam benar keadaan siap. Jika jodoh Allah akan menggerakkan hati keduanya, bukan hanya satu.
       Terkadang memang ketika cinta datang sebelum waktunya memang membuat sebagian orang menderita, disamping itu membuat dilema, harus bagaimana? Semuanya dibalikkan lagi kepada Allah Sang Membolak-balikkan hati manusia, percaya saja dan serahkan semuanya kepadaNya. Jodoh itu adalah cerminan dari diri kita sendiri dan tak perlu khawatir. Tahukan kamu? dalam surat Al Baqarah : 216 “Kutiba ‘alaikumul-qitaalu wa huwa kur-hul lakum, wa ‘asaaa an takrohuu syai’aw wa huwa khoirul lakum, wa ‘asaaa an tuhibbuu syai’aw wa huwa syarrul lakum, wallohu ya’lamu wa antum laa ta’lamuun” yang artinya “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal ia tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” kita lebih baik berperang dan menahan hawa nafsu itu sendiri. Perang yang besar adalah perang memerangi hawa nafsu. Mungkin saat berperang kita merasakan tidak nyaman ataupun gelisah, caranya kita harus benar-benar sabar menunggu sampai waktunya tiba menuju yang halal. Sabar itu pada akhirnya akan berbuah manis.
      Boleh saja kita menyukai seseorang, dengan sewajarnya saja dan tidak terlalu berharap lebih. Janganlah berharap kepada manusia secara berlebihan, ketika Allah cemburu, Allah akan timpakan perihnya sebuah pengharapan selainNya dan membuat kita menjadi kecewa  dan bahkan sangat sakit. Cukup curhat saja kepada Allah, jika rasa itu ada. Curahkanlah semua kepada Allah apa yang kau rasakan dan harus memiliki keyakinan bahwa Allah akan menolong hambanya yang lagi bertaqwa dan bersabar. Jangan takut tidak akan kedapetan jodoh, lebih baik sendiri dalam ketaatan terlebih dahulu dan sibuk belajar menata masa depan, karena sabar dulu kan lebih baik. Agar pasangannya nanti adalah yang masa depannya tertata juga. Lebih baik jadi perempuan/laki-laki susah didapat, tapi beruntung jika dimiliki. Sebenarnya Cinta datang ketika sudah menikah, itu Cinta yang datangnya dari Allah. Namun ketika Cinta datang sebelum keabsahan terjadi, itu Cinta yang datangnya bukan dari Allah. Cintailah seseorang itu karena Allah. Cinta karena Iman akan kalah dengan cinta karena nyaman. Cinta karena Allah, Pasangan yang saling berjuang menuju JannahNya dan membentuk suatu keluarga yang harmonis, penuh kahangatan, sakinah mawadah warahmah dan memiliki anak-anak yang soleh/solehah. Untuk seperti itu maka teruslah perbaiki diri menjadi jauh lebih baik karena untuk memiliki anak-anak yang hebat (soleh/solehah) harus diawali dengan orangtua yang hebat juga untuk mendidik dan membesarkannya. 
      Bagi yang masih dalam sekolah ketika sudah memiliki rasa  kepada lawan jenis itu adalah hal yang wajar saja, namun jangan sampai untuk memuaskan hasrat itu menjadi sebuah hubungan yang tidak halal (pacaran) dan akhirnya akan berbuat zina. Lebih baik tetaplah jaga hati dan diri imanmu, dan cukuplah ia sebagai temanmu yang biasa seperti yang lainnya. Allah Maha Mengetahui, dan Allah tidak akan meridhoi hubungan yang tidak halal, Apa sih manfaatnya dari Pacaran?  hanya untuk meluapkan hawa nafsu dan hasratnya saja yang ia rasa, lalu kebanyakan setelah itu pergi alias putus, atau ada saja masalah lain yang membuat sakit, karena apa? Karena Allah tidak ridha dan Allah sayang kepada hambanya agar tidak terlarut dalam dosa yang besar dan agar berhenti dari cinta yang salah. Tipsnya agar perasaan tidak terlalu dalam, InsyaAllah membantu :
1. Sibukkan dengan kegiatan hal-hal yang positif, entah itu mengerjakan tugas dari kampus/sekolahan dan menghabiskan waktu dengan hobby,organisasi,kumpul bareng teman-teman dan sahabat yang soleh/solehah dll.
2.    Mendekatkan diri dan berserah kepada Allah dan percaya Allah akan selalu memberikan yang terbaik  untuk hamba-hambaNya
3.   Kurangi harapan kepada manusia, jika tak ingin sakit dan kecewa. Jangan mengejar cinta manusia atau hatinya, karena sejatinya pemilik hati adalah Allah.
4.   Jangan Baper. Baperlah ketika ia melamarmu untuk menikahimu, bukan rayuan gombal ataupun mengatakan  i love you mengajak pacaran.
   Sadar tidak? untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan untuk hijrah biasanya belajar dari pengalaman-pengalaman dulu yang salah dan penuh dengan lika-liku. Setiap orang berhak untuk berubah untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. Tetap semangat! Tetap Istiqomah!
    Disini saya akan memberikan kata-kata :
 “Aku yang mengagumimu dalam diam. Utuh tak tersentuh. Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga bermekaran. Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran itu.
Karena aku mengagumimu maka izinkan aku tak mengusik khusyunya ibadahmu. Izinkan aku tak mengusik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku.
Cukuplah bagiku tersenyum lezat melihatmu bahagia. Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku. Aku yang tersentuh akhlak muliamu, aku yang terkagum lekat dalam sikapmu,
mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu. Lebih mulia bagi perasaanku dan perasaanmu. Lebih menjaga kehormatanmu. Lebih menjaga kemuliaanmu. Maka izinkan aku, hai engkau yang begitu mulia, izinkan aku mencintaimu dalam keikhlasan karena aku tak pernah tau apakah engkau yang tercatat dalam lauful mahfudz untukku? 
Karena aku tak pernah tau adakah balasan darimu untukku. Biarlah kuasa Allah yang menggerakkan hatimu untukku. Bukan karena mencintaimu dalam diam aku akan menderita Bukan karena mengagumimu dalam diam aku akan merana. Namun, ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu. Maka itu lah penderitaan yang sesungguhnya.
Aku yang mencintaimu dari kejauhan. Walaupun sungguh aku merasa sangat dekat denganmu. Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita. Namun jika memang engkau bukan tercatat untukku. Jika engkau hanya hiasan duniaku yang sementara, sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu. Allah akan menghilangkan perasaanku untukmu. Dia akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang lebih tepat.
Begitulah kuasaNya. Begitulah Dzat yang membolak-balikkan hati hambaNya. “Ketika aku tak lagi terkagum denganmu, maka pahamilah jejakku. Karena mungkin, aku pernah menulis tentangmu dan menyapa namamu dalam tiap untaian doa.”
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
“Barangkali...

Banyak doa yang diaminkan atas namamu. Dan doa itu sedang Allah seleksi. Yang akhirnya hanya tersisa satu orang dengan doanya yang terbaik. Kemudian Allah berikan untukku.”

Komentar